2021. Jakarta sore itu dibalut warna jingga yang perlahan merayap ke langit. Di antara hiruk pikuk kendaraan dan asap rokok yang melayang di udara, sebuah toko kecil bernama GoodVibes VapeSupply berdiri disamping kedai kopi Nome dengan cahaya neon yang hangat. Bagi banyak orang, tempat itu hanyalah sebuah vapestore biasa. tapi bagiku, hari itu Goodvibes berubah menjadi panggung pertama dari sebuah cerita panjang, cerita yang tak pernah kuduga akan mengguncang hidupku.
Aku datang dengan langkah yang biasa, sekedar mampir untuk mengisi waktu. tapi ketika pintu kaca itu terbuka, mataku langsung terpaku pada sosok di balik etalase device pod & mod Vape. Dia, seorang perempuan dengan senyum sederhana, rambut yang jatuh rapih di bahunya, dan sorot mata yang entah bagaimana berhasil menembus dinding hati yang sudah lama tertutup dengan rapat.
sejenak aku lupa bagaimana cara bernapas. ada sesuatu yang berbeda dalam cara dia mengucapkan salam, dalam nada suaranya yang ringan, bahkan dalam tatapan singkat yang hanya berlangsung beberapa detik. Saat itu juga aku tahu, aku jatuh. Jatuh sejatuh-jatuhnya pada seorang asing yang bahkan belum kukenal namanya.
Hari itu, aku masih membawa trauma lama, luka yang belum sepenuhnya sembuh. Karena itu aku hanya bisa berdiri di kejauhan, pura-pura acuh, padahal setiap gerakan kecilnya kucuri pandang. Dia tertawa pada pelanggan lain, bercanda ringan, sesekali membetulkan rambutnya yang jatuh menutupi wajah. Dan aku? Aku hanya bisa menatap, membiarkan rasa asing itu tumbuh dalam diam.
aku mencoba menenangkan diri, berkata pada hati kecilku "Jangan bodoh. ini hanya perasaan sesaat, kau baru saja masuk, belum tentu dia akan mengingatmu". Tapi logika itu kalah cepat. Sesuatu dalam diriku sudah mengikatkan benang halus pada dirinya, benang yang bahkan tidak bisa kulihat tapi terasa amat nyata.
Entah mengapa, pertemuan pertama itu begitu membekas. Seolah Semesta sedang berbisik "Ingatlah hari ini, karena suatu saat nanti, kau akan kembali ke titik ini. segalanya dimulai disini.".
Aku pulang dengan dada penuh debar, membawa pertanyaan yang tak terjawab. Siapa dia? Apa aku akan bertemu lagi dengannya? Dan, beranikah aku, yang selalu takut pada luka, untuk membiarkan hati ini jatuh sekali lagi?. Yang kutahu, sejak hari itu Goodvibes tak pernah terasa lagi sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar